Menjadi seorang guru sama dengan berdakwah, menebar kebaikan dan mengamalkan ilmunya guna ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Jika mengajar guru hanya bertanggung jawab atas pelajaran atau ilmu yang diajarkan, tapi mendidik guru juga mengemban tanggung jawab ilmu dan budi pekerti atas pelajaran atau ilmu yang diajarkan, tapi mendidik guru juga mengemban tanggung jawab ilmu dan budi pekerti atas pelajaran atau ilmu yang diajarkan, tapi mendidik guru juga mengemban tanggung jawab ilmu dan budi pekerti atas muridnya, itulah mengapa kita lebih mengenal kata*pendidikan* daripada pengajaran
Mendidik murid yang berorientasi pada kecerdasan ilmu dan akhlak, tampaknya tidak cukup jika mengacu pada sebatas teori. Peran guru sebagai pendidik dan pengemban dakwah menjadi tolak ukur dalam mensukseskannya. Karena dalam kepribadian dan tindak-tanduk yang dimiliki guru tersebut akan menjadi inspirasi dan panutan muridnya. Hal ini yang menjadi kajian penulis bagaimana dapat menjadi guru yang dapat diguguh dan ditiru.
Menjadi guru yang diguguh berarti menjadi guru yang dipercaya baik dalam perkataan ataupun tindakannya oleh muridnya temannya maupun masyarakat sekitarnya sedangkan ditiru adalah menjadi guru yang diikuti segala tindak-tanduknya baik ucapan maupun tindakan dan menjadi suri tauladan yang baik bagi murid teman keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Menjadi guru yang digugu dan ditiru akan dibahas penulis dalam point-point di bawah ini.
1. Guru harus mempunyai pengetahuan yang luas dan selalu belajar untuk menambah wawasan keilmuannya karena menjadi guru bukan sekedar memberi ilmu tetapi guru harus tetap menjadi gelas kosong dan siap untuk mengisi gelas-gelas menjadi guru harus mencintai murid karena dengan mencintai akan timbul perasaan timbal balik sehinggatersebut dengan ilmu yang tiada batasnya.
2. Menjadi guru harus mencintai murid karena dengan mencintai akan timbul perasaan timbal balik sehingga murid juga mencintai gurunya seperti selebritis dicintai fansnya maka secara tidak langsung apa yang dikenakan selebriti tersebut akan ditiru penggemarnya begitu juga dengan sosok guru apapun yang dilakukan guru akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi muridnya
3. Guru menjadi pembentuk akal dan jiwa murid-muridnya Guru tidak hanya mengajarkan ilmu akan tetapi bagaimana membentuk karakter muridnya mengajarkan akhlak bukan sekedar memberitahu apa itu akhlak dengan mengajarkan buku tentang akhlak saja akan tetapi memberitahu siapa dirinya dan bagaimana kepribadiannya sehingga implementasi akhlak akan melekat pada dirinya seperti akhlak Rasul kita yang selalu melekat pada dirinya adalah Alquran.
4. Guru menjadi motivasi keberadaan seorang guru di dalam sebuah proses mengajar bukan hanya sebagai mentransfer ilmu tetapi juga memberi semangat dan motivasi bagi murid-muridnya. Setiap hari murid kita belajar dan hampir setiap pertemuan guru terkadang memberi tugas seorang murid butuh motivasi dari gurunya untuk tetap semangat belajar dan dalam menggapai cita-citanya.
Itulah sebagian kecil dari bagaimana menjadi guru yang dapat digugu dan ditiru oleh murid-muridnya. Karena guru adalah orang tua kedua yang bertanggung jawab besar atas kebaikan dan karakter murid-murid didiknya.
Menjadi guru yang digugu dan ditiru tidaklah mudah tetapi juga tidak sulit untuk dipraktekkan.
